![]() |
| Ilustrasi |
LOMBOK TIMUR – Dugaan praktik suap yang menyeret Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Lombok Timur menuai sorotan tajam dari publik.
Dikutip dari Kobarannews.com, Korwil BGN Lotim memanfaatkan beberapa mitra yang ingin membuat akun dapur dikenakan biaya oleh dirinya.
Masyarakat dan Pemerhati kebijakan Lombok Timur menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele dan mendesak BGN pusat segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Korwil BGN Lombok Timur dari jabatannya.
Pemerhati kebijakan Lombok Timur, Zainul Muttaqin M.Pd, menegaskan bahwa dugaan suap dalam program strategis nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah negara dan kepentingan masyarakat.
“Kalau dugaan ini benar, maka ini adalah pelanggaran serius. Program MBG menyangkut hajat hidup anak-anak dan masa depan generasi. BGN harus bersikap tegas dengan memecat Korwil Lombok Timur, bukan sekadar memberikan sanksi administratif ringan,” tegasnya, Sabtu (24/01/2026).
Ia menilai, praktik suap berpotensi merusak integritas pelaksanaan program, menurunkan kualitas layanan gizi, serta membuka ruang terjadinya penyimpangan dalam penyaluran anggaran negara.
“BGN harus segera membentuk tim investigasi independen. Jika terbukti, proses hukum harus berjalan. Jangan ada perlindungan terhadap oknum,” ujar Zainul.
Selain itu, ia juga meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan mengusut tuntas dugaan tersebut, agar tidak menimbulkan preseden buruk dalam tata kelola program nasional di daerah.
Menurut Mantan Guru MAN 1 Mataram itu, Lombok Timur selama ini menjadi salah satu daerah yang menjadi sorotan pelaksanaan MBG karena jumlah penduduk yang banyak. Oleh karena itu, integritas penyelenggara program harus dijaga ketat.
“Jangan sampai program mulia ini tercoreng oleh perilaku oknum yang hanya mementingkan keuntungan pribadi. Ini menyangkut kepercayaan publik,”pungkas Zainul sembari menepuk jidat yang tak habis pikir.
