![]() |
| Foto : Lalu Arjuna, S.Kep, Plt Kepala Puskesmas Lepak |
LOMBOK TIMUR — Puskesmas Lepak, Kecamatan Sakra Timur, memastikan ketersediaan stok obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) masih dalam kondisi aman dan memadai hingga proses pengadaan kembali dilakukan.
“Untuk saat ini, stok obat dan BMHP di Puskesmas Lepak masih cukup dan aman sampai pengadaan selanjutnya,” kata Plt Kepala Puskesmas Lepak, L. Arjuna, S.Kep, Sabtu ( 24/01/2026 ).
Ia menjelaskan, pengelolaan logistik kesehatan dilakukan secara terencana dan terus dipantau agar tidak terjadi kekosongan yang dapat mengganggu pelayanan.
“Kami selalu melakukan perencanaan dan monitoring stok agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal tanpa kendala,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa Puskesmas Lepak saat ini terus berupaya mengoptimalkan pelayanan dengan mengedepankan pendekatan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Puskesmas terbuka untuk semua. Kalau memang ada kendala administrasi, itu urusan belakangan. Teman-teman tenaga kesehatan sudah kami tekankan untuk tetap memberikan pelayanan,” tegas L. Arjuna.
Selain menjaga ketersediaan obat, Puskesmas Lepak juga aktif mengajak masyarakat untuk mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis yang tersedia di fasilitas kesehatan. terlebih mayoritas penyakit yang banyak ditemukan di Sakra Timur adalah Hipertensi, dan DM.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan program cek kesehatan gratis sebagai langkah deteksi dini dan menjaga kesehatan,” katanya.
Di sisi lain, partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu di Kecamatan Sakra Timur dinilai sangat tinggi dan terus menunjukkan tren positif.
“Alhamdulillah, kehadiran masyarakat di Posyandu sangat baik. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelayanan kesehatan semakin meningkat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan Posyandu kini tidak hanya menyasar balita dan ibu hamil, tetapi juga menjangkau seluruh kelompok usia.
“Posyandu sekarang menyasar semua usia, mulai dari balita, remaja, usia produktif, hingga lansia, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” tutupnya.
