Tawarkan Konsep Sejuta Mimpi Menuju Sekolah Berbasis DU-A, Kuota SPMB SMPN 1 Sakra Barat Hampir Penuh

 

Foto : Kepala SMPN 1 Sakra Barat, H. Muhamad Nursalim


LOMBOK TIMUR – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di salah satu SMP Negeri 1 Sakra Barat berjalan lancar dan hampir memenuhi kuota yang telah ditetapkan.


Kepala Sekolah SMPN 1 Sakra Barat,H. Muhamad Nursalim menyebutkan bahwa berdasarkan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku, sekolah tahun ini hanya diperbolehkan membuka empat rombongan belajar (rombel) akibat adanya ruang kelas yang roboh. Sebelumnya sekolah memiliki lima rombel.


"Dengan ketentuan satu rombel berisi maksimal 45 siswa, maka kuota yang diberikan sebanyak 180 siswa. Sampai hari ini jumlah siswa yang diterima sudah mencapai 174 orang," ungkap pihak sekolah.


Selain fokus pada penerimaan siswa baru, sekolah juga terus memperkuat pendidikan karakter yang menjadi ciri khas lingkungan pendidikan di Sakra Barat. Menurut pihak sekolah, wilayah tersebut dikenal memiliki banyak tenaga pendidik serta pondok pesantren yang sama-sama berupaya membentuk generasi berakhlak mulia.


"Konsep sekolah berbasis dunia dan akhirat perlu diterapkan di sekolah negeri hal tersebut sesuai dengan taglina Sejuta Mimpi SMPN 1 Sakra Barat Menuju Sekolah Berbasis Dunia Akhirat ( DU-A ) tujuannya agar siswa memiliki keseimbangan antara prestasi akademik dan pembentukan karakter," jelasnya.


Pendekatan tersebut juga sejalan dengan program penguatan karakter nasional, termasuk pembiasaan positif bagi peserta didik. Terlebih bagi siswa baru yang sedang menjalani masa transisi dari jenjang sekolah dasar ke sekolah menengah pertama.


Untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, sekolah menerapkan pendekatan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan rasa memiliki terhadap sekolah.


"Kami ingin siswa merasa betah, terlindungi, tidak mengalami kekerasan, serta memiliki rasa memiliki terhadap sekolah," katanya.


Dalam pelaksanaan SPMB, sekolah mengaku tidak menemui kendala berarti. Pendaftaran masih dilakukan secara manual, meskipun fasilitas pendaftaran daring melalui Google Form juga telah disediakan. Dari delapan pendaftar yang masuk secara online, satu di antaranya telah terverifikasi.


Terkait keberadaan banyak lembaga pendidikan berbasis keagamaan di Sakra Barat, pihak sekolah menegaskan bahwa hubungan yang terjalin bukanlah persaingan, melainkan kemitraan dalam membangun karakter generasi muda.


"Kami tidak melihat ini sebagai persaingan. Justru kami bekerja sama karena memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk karakter anak yang lebih baik," ujarnya.


Sebagai bentuk implementasi pendidikan karakter, sekolah menjalankan program Sabtu Budaya yang dilaksanakan setiap pekan dengan tema berbeda. Minggu pertama diisi kegiatan Budaya Cinta Rasul, minggu kedua Seni Baca Al-Qur'an, minggu ketiga olahraga dan gotong royong, serta minggu keempat olahraga dan pentas seni.


Melalui berbagai program tersebut, sekolah berharap mampu melahirkan peserta didik yang unggul dalam akademik, berkarakter kuat, serta memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama