Pelatihan Vokasi di Era Gen Z: Membangun Kompetensi Sekaligus Mentalitas Kerja

 

Ilustrasi : Imran Tahir Kepala BPVP yang melihat ada Pola perubahan pelatihan yang tidak hanya menitik Beratkan Kepada Keterampilan Tetapi lebih Kepada Karakter


Oleh : Imran Tahir

LOMBOK EXPOSE - Perubahan zaman menghadirkan tantangan baru dalam dunia pelatihan vokasi. Saat ini mayoritas peserta pelatihan berasal dari generasi Z, yaitu generasi yang tumbuh di era digital dengan karakteristik yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya. Sebagai Kepala BPVP Lombok Timur, saya melihat bahwa tantangan terbesar pelatihan vokasi hari ini bukan hanya pada transfer keterampilan teknis, tetapi juga pada pembangunan mentalitas dan karakter kerja peserta pelatihan.


Generasi Z memiliki banyak potensi luar biasa. Mereka cepat belajar, kreatif, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki keberanian mencoba hal-hal baru. Namun di balik kelebihan tersebut, terdapat tantangan yang perlu dihadapi bersama oleh lembaga pelatihan maupun dunia industri. Mulai dari rendahnya daya tahan terhadap tekanan kerja, kurangnya konsistensi, mudah merasa jenuh, hingga lemahnya kesiapan mental ketika menghadapi lingkungan kerja yang disiplin dan kompetitif.


Dalam praktik pelatihan, kami menemukan bahwa sebagian peserta mampu menyelesaikan pelatihan dengan baik secara teknis, namun mengalami kesulitan ketika memasuki dunia kerja. Ada yang kurang percaya diri, sulit beradaptasi dengan budaya kerja, kurang disiplin, hingga mudah menyerah saat menghadapi tekanan pekerjaan. Padahal dunia industri saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga memiliki etika kerja, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan mental yang tangguh.


Melihat kondisi tersebut, BPVP Lombok Timur terus melakukan inovasi dalam pendekatan pelatihan. Kami meyakini bahwa pelatihan vokasi tidak boleh hanya berfokus pada hard skill, tetapi juga harus memperkuat soft skill dan kesiapan psikologis peserta. Karena itu, salah satu langkah strategis yang kami jalankan adalah menghadirkan pembinaan soft skill psikologi melalui pendampingan dari ahli psikolog.


Program ini bertujuan membangun mindset peserta agar lebih siap memasuki dunia kerja. Mereka tidak hanya diajarkan keterampilan teknis sesuai kejuruan, tetapi juga dibekali pemahaman tentang disiplin kerja, pengendalian emosi, komunikasi efektif, motivasi diri, kepemimpinan, hingga kemampuan menghadapi tekanan dan perubahan.


Kami percaya bahwa pembentukan karakter kerja harus dimulai sejak proses pelatihan. Peserta harus memahami bahwa dunia kerja membutuhkan komitmen, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi. Oleh sebab itu, pendekatan psikologi menjadi sangat penting untuk membantu peserta mengenali potensi diri, membangun rasa percaya diri, serta memiliki orientasi masa depan yang jelas.


Ke depan, transformasi pelatihan vokasi harus dilakukan secara menyeluruh. Lembaga pelatihan perlu menjadi tempat pembentukan sumber daya manusia unggul, bukan sekadar tempat belajar keterampilan. Kolaborasi dengan dunia industri, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga tenaga profesional seperti psikolog harus terus diperkuat agar lulusan pelatihan benar-benar siap kerja dan siap bersaing.


BPVP Lombok Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan pelatihan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan industri. Karena pada akhirnya, keberhasilan pelatihan vokasi bukan hanya diukur dari jumlah peserta yang lulus, tetapi dari sejauh mana mereka mampu bertahan, berkembang, dan sukses di dunia kerja.


Pelatihan vokasi masa depan bukan hanya mencetak tenaga kerja yang terampil, tetapi juga membentuk generasi yang kuat secara mental, siap menghadapi tantangan, dan mampu menjadi bagian dari pembangunan bangsa.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama