![]() |
| Foto :Kepala Pasar Masbagik, Jaksiadi |
LOMBOK TIMUR - Pengelolaan Pasar Masbagik menunjukkan tren positif, khususnya dalam capaian retribusi pasar yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga pertengahan tahun 2026, capaian retribusi Pasar Masbagik disebut telah mendekati 50 persen dari target yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut dinilai tidak lepas dari upaya pembenahan tata kelola pasar yang lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan para pedagang.
Kepala Pasar Masbagik, Jaksiadi, mengatakan bahwa peningkatan retribusi bukan semata-mata soal target pendapatan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kepercayaan pedagang terhadap pengelolaan pasar.
“Alhamdulillah, sampai pertengahan tahun ini capaian retribusi Pasar Masbagik sudah mendekati 50 persen dari target yang ditetapkan. Ini menjadi indikator bahwa kesadaran pedagang untuk membayar retribusi juga semakin baik karena mereka melihat adanya keterbukaan dalam pengelolaan pasar,” ujarnya.
Menurutnya, transparansi menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara pengelola pasar dan para pedagang. Salah satu bentuk nyata transparansi tersebut adalah penerapan penyetoran pendapatan retribusi yang wajib dilakukan setiap hari.
“Pendapatan retribusi wajib disetorkan per hari. Ini menjadi bentuk nyata transparansi dalam pengelolaan pasar sehingga seluruh pemasukan dapat terkontrol dengan baik dan akuntabel,” katanya.
Sebagai Koordinator Kapas se-Lombok Timur, Jaksiadi menegaskan bahwa pola pengelolaan yang transparan tersebut juga terus ia tekankan kepada seluruh pengelola pasar di Lombok Timur agar tata kelola pasar semakin profesional dan dipercaya masyarakat.
![]() |
| Foto : Pendekatan Humanis Kapas Masbagik Ketika Menarik Retribusi |
“Kami ingin seluruh pasar di Lombok Timur menerapkan prinsip transparansi yang sama, karena pengelolaan yang baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan kepada pedagang dan masyarakat,” tegasnya.
Selain fokus pada peningkatan pendapatan retribusi, pihak pengelola pasar juga terus memperhatikan berbagai keluhan dan aspirasi pedagang. Mulai dari persoalan kebersihan lingkungan pasar, penataan lapak, hingga kenyamanan fasilitas umum menjadi perhatian yang terus dibenahi secara bertahap.
“Kami tidak hanya mengejar capaian retribusi, tetapi juga memastikan para pedagang merasa didengar. Setiap masukan dan keluhan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan di pasar semakin baik,” tambahnya.
Ia berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan sehingga Pasar Masbagik semakin berkembang sebagai pusat perdagangan rakyat yang tertib, nyaman, dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

