Pelatihan Serentak Nasional, BPVP Lotim Targetkan 1.000 Lebih Peserta di 2026

 

Foto : Kepala BPVP Lombok Timur, Imran Tahir, S.Hut., M.Si


Lombok Timur – Pola pelatihan vokasi tahun 2026 mengalami perubahan signifikan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya pelatihan bisa dimulai sejak Januari dan dilaksanakan masing-masing balai, tahun ini seluruh balai di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menjalankan program secara serentak dan paralel di seluruh Indonesia.

Kepala BPVP Lombok Timur, Imran Tahir, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa kick-off pelatihan vokasi nasional resmi dimulai pada 1 April 2026 bersama jajaran Menteri Koordinator dan Menteri Ketenagakerjaan.

“Untuk tahun ini seluruh balai melaksanakan pelatihan secara simultan. Kick-off nasional dimulai 1 April 2026,” ujarnya Rabi ( 04/02/2026 ).

Pelaksanaan pelatihan dibagi dalam tiga tahap, yakni Batch 1 pada April, Batch 2 Juni, dan Batch 3 Oktober 2026. Sementara periode Januari hingga Maret difokuskan pada tahap persiapan.

“Awal tahun ini kita siapkan semua perangkatnya, mulai dari kurikulum, kesiapan instruktur hingga sarana prasarana. Pelaksanaan reguler dimulai 1 April,” jelasnya.

Khusus Lulusan 3 Tahun Terakhir
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang terbuka untuk umum tanpa batasan usia dan latar pendidikan, pelatihan tahun ini hanya diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK dalam tiga tahun terakhir.

“Peserta wajib lulusan tiga tahun terakhir dan seluruhnya harus bersertifikasi tanpa terkecuali,” tegas Imran.

Pembatasan tersebut diakui menjadi tantangan tersendiri, mengingat sebelumnya jumlah pendaftar membludak karena terbuka bagi seluruh kalangan.

Pada tahap pertama, BPVP Lombok Timur menargetkan lebih dari 1.000 peserta. Dengan jumlah kelas dan instruktur yang terbatas, pihaknya melakukan penyesuaian sesuai regulasi terbaru dengan maksimal 30 peserta per kelas.

“Kalau dulu satu klaster bisa sampai 60 orang. Sekarang kita sesuaikan maksimal 30 orang per kelas. Pengaturan ruang dan instruktur juga kita maksimalkan,” katanya.

Bekali Soft Skill dan Pendampingan Psikologi
Tak hanya fokus pada keterampilan teknis, tahun ini peserta juga akan mendapat pembekalan soft skill selama 4 Jam Pelajaran (JP) sebelum masuk pelatihan inti.

Langkah ini diambil untuk memperkuat mental dan etos kerja peserta yang mayoritas berasal dari generasi Z.

“Kita siapkan counseling dan penguatan psikologi. Kita ingin peserta punya etos kerja, disiplin, dan mampu menghadapi tekanan dunia kerja sebelum benar-benar masuk industri,” ungkapnya.

Menurutnya, pendekatan ini penting karena karakter generasi saat ini memiliki tantangan tersendiri sehingga perlu penguatan dari sisi mental dan kedisiplinan.

Selaraskan dengan Kebutuhan Industri
BPVP Lombok Timur juga menekankan pentingnya keselarasan antara pelatihan dan kebutuhan dunia usaha serta industri (DUDI). Sistem supply and demand menjadi acuan dalam penyusunan kurikulum.

“Kita ingin lulusan pelatihan benar-benar terserap. Kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan industri. Selain itu, kita juga membuka peluang kerja sama untuk magang luar negeri,” jelasnya.

Tak hanya sektor industri, pihaknya juga mendorong peserta agar mampu menciptakan lapangan kerja melalui wirausaha. Sejumlah komunikasi dengan pihak perbankan dan industri tengah dijajaki untuk mendukung inkubasi usaha bagi alumni pelatihan.

Perluas Akses Informasi
Untuk menjangkau sasaran peserta yang lebih spesifik, BPVP Lombok Timur memperkuat publikasi melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook, serta sosialisasi langsung ke masyarakat.

“Target kita jelas, sebanyak-banyaknya anak muda di wilayah NTB dan NTT memiliki kompetensi dan siap masuk dunia kerja,” pungkasnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama