Debit Air Capai 100 liter Perdetik, PDAM Lotim Kejar Target 8 Ribu Pelanggan

 

Foto : Direktur PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim


LOMBOK TIMUR - PDAM Lombok Timur mencatatkan ketersediaan debit air yang sangat melimpah namun belum dibarengi dengan jumlah serapan pelanggan yang ideal. Kondisi ini memicu masalah teknis berupa luapan air yang mengganggu tanaman warga.​


Kapasitas pasokan air saat ini melonjak hingga 100 liter per detik berkat program strategis bupati untuk periode 2025-2026. Namun, realisasi sambungan rumah (SR) di lapangan tercatat masih sangat minim dan jauh dari target perencanaan awal. 


​”Pasokan 100 liter per detik seharusnya bisa melayani 8.000 sambungan rumah, tetapi saat ini baru menyentuh 4.580 SR,” kata Plt. Direktur Utama PDAM Lombok Timur Sopyan Hakim pada Rabu (18/03/2026).


​Sopyan menjelaskan, ketimpangan data ini menyebabkan terjadinya fenomena overflow pada jaringan pipa distribusi utama. Air yang tidak terdistribusi ke rumah tangga terpaksa meluap dan menggenangi area lingkungan sekitar infrastruktur.​


Masalah utama yang dihadapi perusahaan daerah ini ternyata bukan terletak pada aspek pembangunan fisik atau ketersediaan sumber daya. Infrastruktur dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah justru sudah sangat siap untuk melayani ribuan warga. 


​”Rendahnya serapan ini lebih disebabkan oleh aspek sosialisasi dan persepsi masyarakat terhadap pemasangan baru,” katanya.​Saat ini tercatat sebanyak 4.580 sambungan rumah yang sudah terpasang merupakan hasil realisasi dari kucuran anggaran APBD. 


PDAM kini memiliki pekerjaan rumah besar untuk segera menambah sekitar 3.000-an pelanggan baru di berbagai wilayah.​Upaya mengejar target 8.000 SR terus digalakkan melalui rencana program hibah pemasangan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah. 


Manajemen ingin memastikan bahwa setiap tetes air yang tersedia dapat terserap secara produktif.​”Awalnya debit hanya 50 liter per detik, namun sekarang sudah bertambah 50 liter lagi menjadi total 100 liter per detik,” jelasnya. 





Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama