Ratusan Tahun Penantian, Sebentar Lagi Masyarakat Selatan Akan Menikmati Air Bersih

 

Foto : Plt Dirut PDAM Lotim, Sopyan Hakim

LOMBOK TIMUR - Memasuki awal tahun 2026, kabar gembira datang bagi masyarakat Lombok Timur wilayah selatan seiring dengan rampungnya proyek infrastruktur air bersih yang dikenal dengan istilah SPAM pantai selatan. 


Plt Direktur PDAM Lombok Timur Sofyan Hakim mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus dalam percepatan sambungan rumah (SR) baru sebanyak tiga ribu unit.


"Saat ini kita tengah fokus pada penambahan jaringan baru (sambungan rumah-red) di selatan," terang Sofyan Hakim kepada awak media, Jum'at (09/01).


Ia menjelaskan, percepatan sambungan rumah sebanyak tiga ribu unit diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah atau kategori tidak mampu melalui skema subsidi dari pemerintah alias tidak dipungut biaya.


Suksesnya jaringan utama SPAM pantai selatan tersebut tidak dicapai dengan mudah, namun berkat kegigihan, kerja keras, dan keinginan besar Bupati Haerul Warisin bersama PDAM serta seluruh stakeholder terkait sehingga masyarakat selatan akan segera mengakhiri puasa air bersih selama ratusan tahun.


"Dengan kegigihan pak Bupati yang ingin melihat warga selatan dapat menikmati air bersih seperti masyarakat yang ada di hulu, sehingga program ini dapat kita tuntaskan," tutur Sofyan.


Dia menyampaikan, sebelumnya beberapa desa di wilayah selatan tidak tercover dalam program SPAM tersebut, sehingga Pemerintah Daerah Lombok Timur memberikan tambahan dana sebesar Rp 14 Miliar.


"Berkat kerja keras Pemda Lombok Timur bersama PDAM dan semua stakeholder terkait, sehingga Desa Ekas Buana, Lendang Kerak, sampai Batu Nampar Selatan sudah teraliri air bersih," katanya.


Saat yang sama Sofyan Hakim berharap kepada masyarakat agar memahami aturan dalam pemasangan SR baru, dimana pemasangan water meter secara gratis hanya berlaku bagi tiga ribu warga kurang mampu yang sudah masuk dalam daftar usulan melalui desa masing-masing.


Di luar itu, jelas dia, maka akan dilakukan pemasangan secara swadaya dimana calon pelanggan akan dikenakan biaya sebesar Rp 2 juta.


Lebih lanjut dia menyampaikan, setelah semua jaringan rampung serta tidak ada kendala, maka serah terima akan dilakukan pekan depan.


"Nanti pihak penyedia akan menyerahkan ke Pemda. Kemudian Pemda akan menyerahkan ke PDAM sebagai operator," ujarnya.


Setelah serah terima dilakukan, maka akan dilakukan uji coba selama tiga bulan. Setelah melewati masa uji coba, maka selanjutnya akan diberlakukan tarif sesuai aturan yang berlaku.


"Setelah tiga bulan maka masyarakat akan mulai membayar tagihan sesuai yang berlaku di tempat lain. Nah untuk 20 hotel yang ada di selatan, kita akan kenakan tarif khusus," pungkasnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama