Arus Mudik Diprediksi Dua Gelombang, Dishub Lotim Siaga Penuh di Sejumlah Titik Rawan

 

Foto : H. M. Safwan S.E, Kepala Dinas Perhubungan Lombok Timur

LOMBOK TIMUR – Arus mudik Lebaran di Kabupaten Lombok Timur diperkirakan akan mengalami peningkatan tahun ini. Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Timur telah memetakan sejumlah titik rawan kepadatan serta menyiapkan personel pengamanan di jalur utama yang dilalui pemudik menuju Pelabuhan Kayangan.


Kepala Dinas Perhubungan Lombok Timur, H. m. Safwan, menjelaskan, beberapa wilayah yang diprediksi menjadi titik kepadatan di antaranya Terara, Masbagik, Aikmel, Apitaik hingga jalur menuju Kayangan. Daerah-daerah tersebut dikenal memiliki aktivitas pasar tumpah yang kerap memicu perlambatan arus kendaraan saat musim mudik.


“Di titik pasar seperti Terara, Masbagik, Aikmel dan Apitaik nanti akan kita tempatkan personel di pos-pos pengamanan. Selain itu juga ada patroli rutin untuk memantau arus lalu lintas,” ujar Safwan Senin (09/03/2026). 


Berdasarkan perkiraan Dishub, puncak arus mudik tahun ini akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi pada tanggal 14 hingga 15, sedangkan gelombang kedua diperkirakan berlangsung pada 18 hingga 20.


Sementara untuk arus balik, puncak pertama diperkirakan terjadi pada 24 hingga 25. Sedangkan puncak arus balik kedua diprediksi berlangsung pada 28 hingga 29, menjelang masyarakat kembali beraktivitas kerja.


Menurut Safwan, prediksi tersebut berkaca dari pola pergerakan pemudik pada tahun-tahun sebelumnya. Terlebih tahun ini masyarakat menikmati libur yang cukup panjang sehingga potensi lonjakan kendaraan diperkirakan lebih tinggi.


“Potensinya akan meningkat karena liburnya cukup panjang. Jadi kemungkinan puncak arus mudik terjadi dua kali,” jelasnya.


Untuk mendukung kelancaran arus transportasi, Dishub juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait di sektor penyeberangan laut. Saat ini terdapat sekitar 28 kapal yang tersedia untuk melayani penyeberangan Lombok–Sumbawa, dengan sekitar 24 kapal yang aktif beroperasi.


“Pengamanan ini bukan hanya untuk memastikan kelancaran lalu lintas kendaraan, tapi juga memastikan distribusi barang, terutama sembako, tetap lancar,” tambahnya.


Pengamanan arus mudik direncanakan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Sementara pengamanan intensif akan berlangsung pada 13 hingga 25.


Dishub juga telah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan maupun kemacetan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah beberapa lampu lalu lintas yang tidak aktif, khususnya di kawasan Masbagik. 


“Beberapa traffic light memang tidak aktif. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait di Mataram agar bisa segera diaktifkan kembali,” katanya.


Adapun tagline mudik tahun ini adalah “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”


Safwan juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik serta melengkapi dokumen kendaraan.


“Pastikan kendaraan layak jalan dan surat-surat lengkap. Untuk penindakan sifatnya lebih pada imbauan dan pembinaan selama periode mudik,” tutupnya.





Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama