![]() |
| Foto : Bank NTB Syariah KC Masbagik |
LOMBOK TIMUR — Bank NTB Syariah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai urat nadi perekonomian daerah.
Hal tersebut disampaikan Branch Manager (BM) Bank NTB Syariah KC Masbagik, Gery Suryanegara, saat memaparkan capaian serta evaluasi kinerja tahun sebelumnya dan arah kebijakan tahun 2026.
Gery, menegaskan bahwa pertumbuhan UMKM sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Pihaknya juga terus mendukung program-program pemerintah daerah yang pro terhadap UMKM.
“UMKM ini menjadi urat nadi kami. Seiring pertumbuhan ekonomi kabupaten, kami juga ikut bertumbuh dan membantu program pemerintah daerah yang berpihak pada UMKM,” ujarnya senin ( 23/02/2026 ).
Evaluasi dan Peningkatan Pelayanan
Dalam evaluasi tahun 2025, Bank NTB Syariah terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama pada aspek kepatuhan terhadap prosedur serta fleksibilitas layanan.
“Pelayanan terus kami tingkatkan agar sesuai ketentuan, namun tetap fleksibel. Secara dokumen aman dan pelayanan kepada masyarakat juga aman, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Gery.
Assessment internal juga dilakukan secara berkala kepada seluruh jajaran guna memastikan pelayanan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Fokus Pembiayaan Retail, Kembali ke Segmen Daerah
Untuk tahun 2026, Bank NTB Syariah lebih diarahkan pada pembiayaan retail, bukan komersial besar. Kebijakan ini bertujuan mengembalikan peran bank daerah pada fokus pelayanan masyarakat lokal.
“Kami dikembalikan ke track-nya sebagai bank daerah. Jadi pelayanan murni untuk masyarakat daerah masing-masing,”terang Gery.
Produk TUNAS dan Harapan Penyaluran KUR
Ia mengakui bahwa persaingan dengan bank nasional cukup ketat, terutama karena bank nasional memiliki produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersubsidi pemerintah pusat.
"Meskipun produk TUNAS dari Bank NTB Syariah hadir sebagai solusi pembiayaan mandiri (non-subsidi), kami memahami bahwa kebutuhan pelaku usaha sangat beragam. Kami mengakui keunggulan kompetitif KUR karena adanya subsidi pemerintah, itulah sebabnya saat ini manajemen sedang mengevaluasi secara mendalam untuk menghidupkan kembali penyaluran KUR.
Melalui kolaborasi erat bersama asosiasi UMKM di Lombok Timur, kami berkomitmen untuk terus mendampingi tumbuh kembang pengusaha lokal dengan skema pembiayaan yang paling tepat.", ujarnya.
Program Mawar Emas: Tanpa Bunga dan Margin
Untuk menjawab kebutuhan pembiayaan mikro di bawah Rp 2 juta, Bank NTB Syariah menghadirkan program Mawarmas. Program ini berbasis masjid dan menyasar perempuan pelaku usaha kecil.
“Mawarmas ini dikhususkan untuk ibu-ibu. Tidak ada margin, tidak ada bunga, tidak ada bagi hasil. Murni pinjam pokok, kembali pokok. Sangat ringan,” jelas Gery.
Melalui koordinasi dengan takmir masjid, bank mendata pelaku usaha di sekitar lingkungan masjid untuk mendapatkan akses pembiayaan. Program ini telah berjalan sejak beberapa tahun lalu dan dinilai efektif menjangkau pelaku usaha mikro yang sulit mengakses perbankan formal.
Jika nasabah menunjukkan konsistensi dan perkembangan usaha yang baik, maka dapat naik kelas untuk mengakses pembiayaan TUNAS dengan plafon lebih besar.
“Ini bagian dari upaya kami meningkatkan kesejahteraan perempuan pelaku usaha mikro agar bisa naik kelas,” tutup Gery Suryanegara.
