![]() |
| Foto : Pemerhati Kebijakan Lombok Timur, Zainul Muttaqin |
LOMBOK TIMUR — Kabar mengejutkan datang dari Dapur Paok Pampang, salah satu titik pengolahan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur tersebut diduga kuat telah mengedarkan susu kedaluwarsa kepada para siswa yang menjadi penerima program makan sehat ini. Temuan itu memicu keresahan besar di kalangan orang tua dan masyarakat.
Informasi yang dihimpun Lombok Expose menyebutkan, sejumlah siswa mengeluhkan rasa susu yang aneh serta aroma yang tidak lazim. Kecurigaan kemudian menguat saat beberapa orang tua menemukan kemasan susu dengan tanggal kedaluwarsa yang sudah lewat namun tetap dibagikan melalui paket konsumsi MBG.
Pemerhati kebijakan Lombok Timur Zainul Muttaqin menganngap Kejadian tersebut sebagai kelalaian fatal karena program MBG seharusnya berfokus pada pemberian makanan sehat, aman, dan bergizi kepada anak-anak sekolah. Alih-alih memberikan nutrisi, penggunaan bahan kedaluwarsa justru berpotensi membahayakan kesehatan siswa.
Dirinya menilai menilai penutupan Dapur Paok Pampang menjadi langkah paling realistis dan tegas.
“Tidak ada toleransi untuk kasus begini. Ini menyangkut keselamatan anak-anak. Kalau dapur ini sudah mengedarkan susu kedaluwarsa, maka harus ditutup dulu sampai ada klarifikasi dan pemeriksaan tuntas,” tegas Zainul Muttaqin Senin ( 19/01/2026 ).
Desakan publik semakin menguat setelah beredar foto kemasan susu yang tanggal kedaluwarsanya telah melewati batas. Orang tua siswa pun meminta dinas terkait segera turun tangan untuk memeriksa seluruh rantai pasok dan standar penyimpanan bahan pangan pada dapur tersebut.
Dinas Kesehatan Lombok Timur dikabarkan telah menerima laporan awal dan tengah mempersiapkan tim pemeriksa untuk mengecek stok, kualitas bahan, ruang penyimpanan, dan standar operasional dapur. Jika unsur kelalaian terbukti, rekomendasi penutupan sementara hampir pasti dikeluarkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pengelola Dapur Paok Pampang. Namun, gelombang desakan dari masyarakat dan para orang tua agar dapur tersebut dihentikan operasionalnya sementara waktu semakin meluas, guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjaga keamanan pangan siswa.
