![]() |
| Foto : Plt Direktur PD. Agro Selaparang, H. Sabar, S.Pd |
LOMBOK TIMUR - Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Agro Selaparang dibawah Nakhoda yang baru, H. Sabar, SPd, kian menunjukkan perkembangan yang sangat positif.
Menurut H. Sabar, selama satu tahun memimpin perusahaan tersebut pihaknya telah berhasil menata berbagai aspek. Diantaranya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih kompeten, serta manajemen yang lebih transparan dan akuntabel.
"Sehingga semua administrasi kita di bidang usaha kita berjalan dengan baik. Dan insyaallah kedepan akan semakin baik," kata H. Sabar, Selasa (23/12/2025).
Saat ini, sambung dia, PD Agro Selaparang sudah menggunakan aplikasi laporan keuangan yang dikeluarkan oleh akuntan publik yang nantinya akan menjadi landasan bagi jajaran direksi dalam menjalankan roda perusahaan yang lebih baik.
Beberapa usaha eksisting seperti beras, garam, pupuk, dan es balok saat ini sudah berjalan dengan baik. Bahkan pada tahun ini, PD Agro Selaparang menjadi yang terbaik dalam hal penebusan dan pemenuhan target, di bidang usaha pupuk.
"Alhamdulillah tahun 2025 ini, Pupuk Indonesia (PI) memberikan penilaian yang terbaik kepada kita untuk wilayah Lombok Timur, dalam hal penebusan dan pemenuhan target," bebernya.
Dengan capaian tersebut, jajaran direksi semakin optimis untuk mengembangkan jenis usaha baru. Diantaranya yang sudah mulai berjalan adalah usaha perikanan dan pembelian jagung untuk nantinya diolah menjadi pakan ternak.
Menurutnya, usaha pakan ternak memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Hal itu dapat terlihat setelah pihaknya melakukan verifikasi dan identifikasi kebutuhan pasar, khususnya di Lombok Timur.
"Misalnya, para peternak kita di Lombok Timur sudah semakin berkembang, sehingga membutuhkan suplai jagung yang semakin meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas," jelasnya.
Dalam konteks itu, PD Agro Selaparang siap memenuhi kebutuhan pakan jagung yang berkualitas, sesuai dengan kebutuhan pasar.
Sedangkan untuk usaha perikanan, Agro Selaparang melakukan tiga pola yaitu pembibitan, pembesaran, hingga pemasaran. Sementara untuk usaha es balok, pihaknya memfokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana.
"Nah untuk usaha beras, Alhamdulillah target kita sekarang sudah mau masuk 50 ton, untuk melayani para ASN dan masyarakat pada umumnya," katanya.
Tak sampai disitu, pada tahun 2026 PD Agro Selaparang akan merambah usaha baru, seperti gula, minyak goreng, hingga usaha peternak ayam petelur yang potensinya kedepan untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Nah kedepan kita juga akan mendapatkan bantuan tiga cold storage dari Dinas Ketahanan Pangan, cold storage untuk penyimpanan daging, buah, sama sayur," sebutnya.
Tak cukup sampai disitu, mantan kepala BLKI itu juga tengah bernegosiasi dengan pihak suplayer gas LPG, agar nantinya perusahaan yang tengah menunjukkan trend positif itu bisa menjadi distributor.
Naluri bisnis H. Sabar itu rupanya cukup tajam untuk menangkap sekecil apapun peluang yang ada. Kerjasama dengan Bagian Umum Setda Lombok Timur, juga tak luput dari bidikannya. Kali ini, menjadikan Agro Selaparang sebagai central service kendaraan dinas, menjadi bagian dari rencananya.
"Dalam bidang ini, nanti kita akan libatkan para mekanik yang profesional, termasuk para alumni-alumni BLK bisa kita fungsikan di sini. Dan untuk itu kami sudah berdialog dengan Kabag Umum," ungkapnya.
Untuk dapat menjalankan semua itu, perusahaan tentu membutuhkan tambahan modal. Namun dengan kebijakan efisiensi anggaran yang masih berlaku, sehingga Pemerintah Daerah belum bisa memberikan suntikan dana berupa penyertaan modal.
Sebab itu, ungkap dia, Bupati Haerul Warisin memberikan arahan agar perusahaan bisa mendapatkan penyertaan modal secara mandiri melalui perbankan.
"Jadi nanti kita akan mengajukan kredit di Bank sebagai modal usaha kita untuk mengelola usaha-usaha yang begitu banyak itu, dan kita diharapkan mandiri. Tapi bukan berarti Pemda tidak memberikan perhatian, tapi kita tau sendiri tahun 2026 masih terjadi efisiensi anggaran," tandasnya.
H. Sabar mengakui, tantangan terbesar yang dihadapi Agro Selaparang saat ini adalah keberadaan armada yang sangat terbatas, juga dengan kondisi yang kurang baik sehingga kerap kali menyebabkan pengiriman menjadi terbatas.
"Bayangkan jika kita punya mobil baru, maka kita bisa melakukan pengantaran es balok dua kali sehari ke Awang dan Tanjung Luar. Tapi dengan keadaan sekarang, kita hanya bisa satu kali. Karna itu, armada ini menjadi penting dan urgent," pungkasnya.
Dengan dedikasi serta komitmen kuat yang dimiliki jajaran direksi dan SDM yang berkompeten, kedepan PD Agro Selaparang dibawah komando H. Sabar diharapkan menjadi salah satu penopang bagi PAD Lombok Timur.
